INDAHNYA BILA HIDUP KITA DIHIASI DENGAN SHODAQOH


A.    Pengertian Shodaqoh

Istilah sedekah berasal dari bahasa arab shadaqa. Di dalam Al-Munjid kata shadaqah diartikan yang niatnya mendapatkan pahala dari Allah, bukan sebagai penghormatan. Secara umum dapat diartikan bahwa, sedekah adalah pemberian dari seorang muslim secara sukarela tanpa dibatasi waktu dan jumlah (haul dan nisbah) sebagai kebaikan dengan mengharap ridho Allah. Selain itu, shadaqoh juga berarti mendermakan sesuatu kepada orang lain. Shadaqoh berasal dari kata shadaqah yang berarti benar, maksudnya shadaqah merupakan wujud dari ketaqwaan seseorang, bahwa orang yang bersedekah adalah orang yang membenarkan pengakuan sebagai orang yang bertaqwa melalui amal perbuatan positif kepada sesamannya baik berupa amal atau yang lainnya.

Dasar hukum disyariatkannya shodaqoh adalah sebagai berikut:

لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلْكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّۦنَ وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَٰهَدُوا۟ ۖ وَٱلصَّٰبِرِينَ فِى ٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَحِينَ ٱلْبَأْسِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُتَّقُونَ

Artinya: “Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, oang-orang yang dalam perjalanan (musafir) peminta-minta dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat dan orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. (Q.S. al-Baqarah: 177)

B.     Syarat-syarat shodaqoh:

a.         Mendirikan shalat.

b.        Harta milik sendiri dan halal.

c.         Shadaqoh setelah kebutuhan wajib terpenuhi.

d.        Memberikan kepada yang berhak.

e.         Ikhlas.

C.    Macam-macam shodaqoh ada empat:

a.         Shodaqoh dengan harta.

b.        Shodaqoh dengan tenaga dan pikiran.

c.         Shodaqoh dengan Ilmu.

d.        Shodaqoh dengan perbuatan yang baik.

D.    Hikmah Shodaqoh

1.        Allah Mengganti Harta yang Disedekahkan

Allah berfirman dalam surat Saba ayat 39:

قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥ ۚ وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن شَىْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ

Artinya: "katakanlah, sungguh Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya. Dan apa saja yang kamu infaqkan Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik ." (Q.S. Saba ayat: 39)

2.        Sedekah Membuka Pintu Rezeki

Rasulullah bersabda, "Turunkanlah (datangkanlah) rezekimu (dari Allah) dengan mengeluarkan sedekah." (H. R. Baihaqi)

Rasulullah bersabda, "Hai anak Adam, infaklah (nafkahkanlah hartamu), niscaya Aku memberikan nafkah kepadamu." (H.R. Muslim)

3.        Sedekah Melipatgandakan Rezeki

Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah Ayat 261:

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya: "Perumpamaan orang yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." (Q.S. Al-Baqarah Ayat: 261)

4.        Sedekah Memperpanjang Warisan

Rasulullah bersabda, "Tidaklah seorang yang bersedekah dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya." (H.R. Ahmad)

5.        Sedekah Sebagai Naungan di Hari Kiamat

Rasulullah bersabda, "Naungan bagi seorang mukmin pada hari kiamat adalah sedekahnya." (H.R. Ahmad)

 

Referensi:

1.        Departemen Agama RI,  Al-Qur’an dan Terjemahannya, Jakarta: Pustaka Amani, 2005, hlm. 33.

2.        M. Irfan el-Firdausy, DahsyatnyaSedekahMeraihBerkahdariSekolah, Yogyakarta: Cemerlang Publishing, 2009. hlm. 14.

Penulis:

Mufti Ulya

ulya.mufti99@gimail.com


Berikan Komentar untuk "INDAHNYA BILA HIDUP KITA DIHIASI DENGAN SHODAQOH"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel